Festival Golo Koe 2026: Merayakan Harmoni Keberagaman dan Menghidupkan Warisan Budaya Manggarai di Jantung Labuan Bajo

LABUAN BAJO, 21 Juli 2026Festival Golo Koe Maria Assumpta Nusantara 2026 kembali hadir sebagai tanda nyata dari keharmonisan hidup masyarakat di Labuan Bajo. Perhelatan yang kini memasuki tahun kelima ini tidak hanya menjadi ajang religi, tetapi juga bertransformasi menjadi panggung megah yang mempertemukan wajah multi-etnis dan lintas agama dalam semangat persaudaraan yang inklusif.

Mengusung semangat “Ziarah Komunal”, Festival Golo Koe 2026 dirancang sebagai ruang perjumpaan yang merangkul kemajemukan. Kepanitiaan festival ini dibangun secara kolaboratif, melibatkan pemerintah daerah, paguyuban lintas etnis, hingga tokoh-tokoh dari berbagai agama. Kehadiran beragam komunitas ini mencerminkan harapan Keuskupan Labuan Bajo dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk menjadikan daerah ini sebagai “Rumah Bersama” yang toleran dan damai.

Salah satu misi utama festival tahunan ini adalah menjadi jembatan bagi generasi muda dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi Manggarai. Mengingat sulitnya akses waktu dan jangkauan menuju kampung-kampung tradisional saat upacara adat berlangsung, Festival Golo Koe membawa esensi budaya tersebut ke pusat kota Labuan Bajo melalui beberapa agenda. Pertama, Pertunjukan Caci oleh Pelajar. Sebagai upaya pewarisan nilai, atraksi Caci akan dibawakan oleh anak-anak sekolah dan orang muda untuk memastikan tradisi ini tetap hidup di tangan generasi penerus.

Kedua, teater budaya Manggarai. Menampilkan fragmen kehidupan dan nilai-nilai luhur masyarakat lokal dalam bentuk seni pertunjukan yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. Dalam agendanya, tarian Caci dan teater budaya Manggarai dilaksanakan pada hari keempat, yaitu 13 Agustus.

Keempat, karnaval budaya dan pentas seni Nusantara. Festival Golo Koe memberikan ruang bagi berbagai sanggar seni dan paguyuban untuk menampilkan identitas budaya mereka, menciptakan sebuah “ziarah budaya” yang holistik. Karnaval budaya dilaksanakan pada 12 Agustus dengan melibatkan berbagai kelompok etnis, pelajar hingga para pegawai, TNI dan Polri. Sementara itu, pentas seni Nusantara akan mengisi panggung utama Water Front City Marina Labuan Bajo pada setiap malam pada pekan puncak festival yaitu 10 – 15 Agustus 2026.

Akses Budaya bagi Wisatawan dalam festival ini terpusat di Waterfront City Marina Labuan Bajo. Dengan itu, festival menawarkan kemudahan bagi wisatawan untuk merasakan pengalaman budaya yang otentik tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pelosok. “Festival ini bertujuan agar pariwisata berakar dan bertumbuh dalam kearifan lokal serta spiritualitas setempat,” sebagaimana tertuang dalam visi penyelenggaraan.

Dengan target 50.000 pengunjung, festival yang masuk dalam jajaran Top 10 Kharisma Event Nusantara (KEN) ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif melalui pameran UMKM, sekaligus memperkuat identitas Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kaya akan harmoni manusia dan budayanya.


Kontak Person: Heribertus Ratu (0813984619570),

Seksi Publikasi dan Promosi Panitia Festival Golo Koe 2026.

Website: www.festivalgolokoe.com

Loading

Yuk bagikan biar yang lain update seputar Festival Golo Koe!

More Posts

Road to Festival Golo Koe 2026 Sinergi Pemerintah, NGO dan Gereja Melalui Launching Proyek Bambu di Paroki Sok Rutung

Road to Festival Golo Koe 2026: Sinergi Pemerintah, NGO dan Gereja Melalui Launching Proyek Bambu di Paroki Sok Rutung

Seksi Lingkungan hidup Panitia Festival Golo Koe 2026 yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Vinsen Gande, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki momentum strategis karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Laut Sedunia, dan Hari Mangrove Sedunia. Beliau memaparkan bahwa proyek ini difokuskan pada penanaman bambu dan aren di tiga desa, yaitu Pantar, Golo Lucan, dan Tanjung Boleng.

Festival Golo Koe 2026: Merajut Sinergi Lintas Sektor untuk Pariwisata Labuan Bajo yang Berkelanjutan dan Inklusif

Gereja Keuskupan Labuan Bajo bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara resmi meluncurkan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Asumta Nusantara 2026. Prestasi FGK yang secara konsisten masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun terakhir menjadi bukti suksesnya kolaborasi berbagai pihak dalam mempromosikan kekayaan budaya dan religi Manggarai Barat di level nasional.

Uskup Labuan Bajo Buka Prosesi Maria Assumpta Nusantara 2026 di Paroki Lengkong Cepang: Kunjungan yang Mengubah Hidup

Penyambutan patung Maria Assumpta Nusantara berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif masyarakat. Menariknya, perarakan ini tidak hanya diikuti oleh umat Katolik, tetapi juga melibatkan umat Muslim setempat, mencerminkan harmoni kehidupan beragama yang kuat di wilayah tersebut. Puncak acara penyambutan ditandai dengan Misa meriah yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Festival Golo Koe dan Pariwisata yang Ramah Lingkungan

Festival Golo Koe mengangkat keutuhan ciptaan sebagai bagian dari tema yang diusung untuk tahun 2026.  Tema itu lengkapnya adalah “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan”. Tema ini diangkat bertolak dari keprihatinan terhadap krisis lingkungan akhir-akhir ini yang ditandai dengan cuaca ekstrem dan bencana alam di berbagai belahan dunia. Pada saat yang sama, Labuan Bajo dan sekitarnya sedang dibangun sebagai destinasi pariwisata super prioritas. 

Mari Mengikuti
Festival Golo Koe!

Langkahkan kaki dalam iman.
Menarilah bersama budaya.
Bersatulah dalam cinta dan kebersamaan.

Scroll to Top