Menyongsong Festival Golo Koe 2026, Seksi Lingkungan Hidup Gelar Talkshow dan Nobar Edukasi “Labuan Bajo Tanpa Sampah”

LABUAN BAJO, 28 Juli 2026 – Dalam rangka memperkuat gerakan menjaga kebersihan lingkungan menyambut Festival Golo Koe Maria Asumta Nusantara 2026, Seksi Lingkungan Hidup Panitia Festival menyelenggarakan kegiatan talkshow dan nonton bareng  edukasi membuang sampah secara benar. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 27 Juli 2026, bertempat di Gereja Maria Bunda Segala Bangsa Wae Kesambi.

Kegiatan nonton bareng yang dihadiri oleh ratusan anak-anak dan remaja paroki. Melalui media audio-visual, para peserta diajak untuk memahami dampak kerusakan lingkungan dan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bentuk cinta terhadap “Ibu Bumi”. Kegiatan ini bertujuan untuk menggerakkan generasi muda agar menjadi agen perubahan dalam menekan volume sampah di Labuan Bajo.

Selanjutnya, Talkshow dibuat dengan tajuk “Labuan Bajo Tanpa Sampah: Saatnya Kita Mulai dari Kebiasaan Kecil”. Talkshow ini bertujuan untuk memberikan animasi dan edukasi kepada umat serta masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang benar demi merawat keutuhan ciptaan.

Perubahan Paradigma: Kurangi dari Sumber

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai Barat Vinsensius Gande, yang hadir sebagai narasumber, menekankan bahwa pemerintah kini tengah mengubah paradigma pengelolaan sampah. Jika sebelumnya menggunakan pola “kumpul-angkut-buang”, kini fokus dialihkan ke pengurangan sampah langsung di sumbernya (hulu).

“Timbulan sampah di Labuan Bajo saat ini mencapai 26 hingga 27 ton per hari,” ujar Vinsen Gande.

Ia menjelaskan bahwa melalui Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 16 Tahun 2025, pemerintah berupaya keras membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Vinsen juga mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah di rumah dengan menyediakan wadah berdasarkan jenisnya (organik, anorganik, dan residu).

Peran Strategis Orang Muda

Mewakili generasi muda, Lani dari komunitas Lino Tana Dite, dampingan Pangan Bernas, berbagi pengalaman nyata dalam mengolah limbah. Ia mengungkapkan bahwa orang muda di Labuan Bajo telah berinovasi mengubah limbah kulit buah dan sisa ikan menjadi asam amino serta pupuk organik cair yang bernilai ekonomis.

“Perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Kita harus mencintai lingkungan seperti mencintai diri sendiri agar bumi tetap bersih,” tegas Lani.

Ia mengimbau rekan-rekan mudanya untuk mulai membawa tas belanja sendiri dan botol minum (tumbler) guna mengurangi sampah plastik.

Aksi Nyata di Festival Golo Koe

Festival Maria Assumpta Nusantara Golo Koe 2026 yang mengusung tema “Ziarah Komunal dalam Persekutuan Sinergis untuk Merawat Keutuhan Ciptaan” akan menjadi momentum penerapan aturan lingkungan yang ketat. Selama festival, seluruh pelaku UMKM diwajibkan mengelola sampah secara mandiri dan dilarang memberikan kantong plastik kepada pengunjung.

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan Lomba Wilayah Gereja Terbersih di tiga paroki wilayah Labuan Bajo yang mencakup penilaian kebersihan dan dokumentasi video pemilahan sampah. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan berbagai lembaga swadaya masyarakat (NGO) yang peduli terhadap ekosistem Labuan Bajo.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat meningkat, sehingga sampah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai “berkah” yang jika dikelola dengan benar dapat memberikan manfaat ekonomi dan kelestarian bagi “Ibu Bumi”.

Tentang Festival Golo Koe: Festival Golo Koe Maria Asumta Nusantara merupakan ajang tahunan yang memadukan semangat religi, budaya, dan ekonomi kreatif, yang pada tahun ini menaruh perhatian besar pada isu ekologi dan pelestarian lingkungan hidup di Labuan Bajo.


Kontak Person : Heribertus Ratu (0813984619570),
Seksi Publikasi dan Promosi Panitia Festival Golo Koe 2026
Website: festivalgolokoe.com

Loading

Yuk bagikan biar yang lain update seputar Festival Golo Koe!

More Posts

Road to Festival Golo Koe 2026 Sinergi Pemerintah, NGO dan Gereja Melalui Launching Proyek Bambu di Paroki Sok Rutung

Road to Festival Golo Koe 2026: Sinergi Pemerintah, NGO dan Gereja Melalui Launching Proyek Bambu di Paroki Sok Rutung

Seksi Lingkungan hidup Panitia Festival Golo Koe 2026 yang juga menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Vinsen Gande, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki momentum strategis karena bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Hari Laut Sedunia, dan Hari Mangrove Sedunia. Beliau memaparkan bahwa proyek ini difokuskan pada penanaman bambu dan aren di tiga desa, yaitu Pantar, Golo Lucan, dan Tanjung Boleng.

Festival Golo Koe 2026: Merajut Sinergi Lintas Sektor untuk Pariwisata Labuan Bajo yang Berkelanjutan dan Inklusif

Gereja Keuskupan Labuan Bajo bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat secara resmi meluncurkan Festival Golo Koe Labuan Bajo Maria Asumta Nusantara 2026. Prestasi FGK yang secara konsisten masuk dalam 10 besar Kharisma Event Nusantara (KEN) selama dua tahun terakhir menjadi bukti suksesnya kolaborasi berbagai pihak dalam mempromosikan kekayaan budaya dan religi Manggarai Barat di level nasional.

Uskup Labuan Bajo Buka Prosesi Maria Assumpta Nusantara 2026 di Paroki Lengkong Cepang: Kunjungan yang Mengubah Hidup

Penyambutan patung Maria Assumpta Nusantara berlangsung meriah dengan keterlibatan aktif masyarakat. Menariknya, perarakan ini tidak hanya diikuti oleh umat Katolik, tetapi juga melibatkan umat Muslim setempat, mencerminkan harmoni kehidupan beragama yang kuat di wilayah tersebut. Puncak acara penyambutan ditandai dengan Misa meriah yang dipimpin langsung oleh Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus.

Mari Mengikuti
Festival Golo Koe!

Langkahkan kaki dalam iman.
Menarilah bersama budaya.
Bersatulah dalam cinta dan kebersamaan.

Scroll to Top